Segitu Juga Uyuhan
Catatan October 1st, 2007"Kim, ada wawancara tuh di obivan Radio 105.5 FM tentang masjid kita, ente yang maju yah…!"
"Kan masih ada wakil ketua, kenapa ane kang?"
"Ente kan yang sekretaris, ya udah ente ajah yang maju sana"
"Mestinya itu bagian humas atuh kang…!"
"Udah jangan banyak ngelak, cuman wawancara doank ko."
"Ya kalo cuma wawancara doank kenapa nggak akang ajah yang maju?"
"Ente mah gimana?"
"Iya atuh kang ntar ana yang maju… tenang ajah!"
Hari ke-17 di bulan Ramadhan ini masjid kita kedatangan obivan crew dari radio 105.5 FM, radio yang udah "kakoncara" di kota kembang ini. Udah seperti hajat tahunan setiap bulan Ramadhan mereka datang ke berbagai masjid untuk kunjungan berbagi tajil dengan dukungan sponshor plus wawancara singkat dengan staf masjid. Tentu saja sponshor yang berada persis di belakang mereka yang paling berpengaruh, untuk sekedar membagi-bagikan tajil gratis dengan tanda produk mereka yang terpampang jelas. "Segitu juga uyuhan." Mereka mau beramal, meski di belakangnya untuk kepentingan produk. Lumayanlah… beramal sambil beriklan.
Hus ah, ga boleh suu dzon. "Segitu juga uyuhan." Mereka mau beramal. Kalo emang ikhlas tujuannya karena Allah, kita doakan saja moga amal mereka diterima sebagai aplikasi dari sabda Nabi yang menyatakan pahala orang yang meberi makanan pada orang yang shaum itu sama dengan pahala orang yang shaum tanpa mengurangi pahala mereka, dan moga produk mereka emang laku. Kalo nggak ya biarlah Allah yang mengatur pahala amal mereka.
"Jam berapa kang wawancaranya?"
"Katanya ba’da maghrib!"
"Sekalian promosiin kegiatan kita kang di bulan Ramadhan ini?"
"Atur ajah, segitu juga uyuhan!"
"Ah si akang!"
Bahasa "Segitu juga uyuhan" lagi tren (setidaknya di kalangan wong deso seperti kita)
ya sekedar tuk menghilangkan kepenatan aktivitas. Ntah siapa yang memulai, tapi itu cukup membuat kita tersenyum kala tengah serius ngobrol atau bercengkrama menunggu saatnya berbuka.
Belum sempat menyampaikan program kegiatan baru sebatas ucapan terimakasih atas kedatangan obivan crew radio. Mereka mencukupkan wawancara. "Waaah… segitu juga uyuhan." Rupanya bukan wawancara radio tapi sebatas liputan berita yang disampaikan ke stasiun radio pusat mereka. Sekalian promosiin kegiatan Ramadhan teh atuh jadi ga jadi…!
"Ah… da atuh, segitu juga uyuhan…"