Qashwa

Catatan No Comments »

Motor_touirnTouring terakhir kemarin, kembali aku tak bisa ikut dikarenakan kesibukan semakin menumpuk. Bukannya alasan walaupun sebagiannya itu benar namun, aku butuh konsentrasi untuk pekerjaan baru ditambah menjaga Lab Multi Media itu pun telah cukup menyita waktu.

Kalian semua tahu, aku tak lulus seleksi menjadi profreader di penerbit itu dan sebagai gantinya aku menerima tawaran Pak Agus menjadi salah satu staf T.U. Walau sebenarnya aku malu, karena Pak Agus yang pertama kali memberikan tawaran kerja sebelum seorang teman yang kebetulan bekerja di penerbit itu memberitahukan bahwa ada lowongan profreader di tempat kerjanya. Namun, dengan bijaknya beliau mempersilakanku untuk mencoba melamar. Dua kali aku diwawancara. Bagian personalia bilang nanti aku kan menerima SMS dari pihak penerbit jika diterima. Dua minggu sudah panggilan kerja nihil. Hingga kuputuskan untuk bergabung dengan staff T.U.

Satu lagi yang membuatku cukup repot, empat buku Pak Doktor yang aku edit dan setting belum juga dapat terbit. Padahal rencananya akhir Februari kemarin harus sudah launching bersamaan dengan pameran buku di Landmark. Begitu banyak rencana yang terbengkalai, aku sepenuhnya sadar manusia hanya bisa merencanakan, Dia-lah yang memutuskan.

Qashwa Adventure Team!!! Nama team motor touring yang cocok menurutku. Teringat nama kendaraan (unta) Rasulullah yang paling indah, Qashwa! Ya aku setuju pembentukkan team ini, karena kita telah lama touring ke berbagai daerah dan kota dalam dan luar profinsi tanpa kejelasan nama dan tujuan. Semoga menjadi pelopor team adventure motor touring yang Islami.

Malu

Artikel 1 Comment »

Rasulullah menanamkan sesuatu yang perlu menjadi aqidah bagi ummatnya… sesuatu yang perlu menjadi sebuah benteng untuk menahan diri dari keinginan-keinginan yang hanya akan menimbulkan Isrof (pola konsumtif) yang dengannya akan timbul alasan-alasan untuk membenarkan segala yang dilakukan. Rasulullah Saw bersabda, fainnal haya`a minal iimani, malu itu merupakan bagian dari Iman!

Padahal kita pun sama-sama mengetahui bahwa rasa malu merupakan salah satu tabi’at manusia. Akan tetapi kenapa Rasulullah menyatakan, fainnal haya`a minal iimani, maka tentu dalam arti biasa manusia itu akan timbul rasa malu ketika berhadapan dengan masalah-masalah yang dzahir, masalah-masalah yang tampak, bila terdengar dan terlihat maka rasa malu itu timbul, akan tetapi bila tidak terdengar, bila tidak terlihat hilang rasa malunya itu!!!

Inilah yang ditekankan oleh Rasulullah, fainnal haya`a minal iiman, apakah secara tampak ataupun secara tersembunyi, al-haya`u sudah menjadi aqidah dalam dirinya. (K.H.I.S)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in